”Sempurna seperti Bapa”: Renungan, Sabtu 27 Februari 2021

0
640

Hari biasa Pekan I Prapaskah (U)

Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48.

“Haruslah Kamu Sempurna, Sebagaimana Bapamu Di Surga Sempurna Adanya” Demikianlah firman yang diakhiri oleh Yesus dalam kotbah-Nya di atas bukit.

Saudara yang terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan-bacaan pada hari ini mengajak kita semua untuk bermenung tentang satu hal yakni menjadi sempurna atau serupa dengan Tuhan itu sendiri yang sempurna adanya.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus memberikan patokan yang dapat dikatakan sebagai hal yang tidak masuk akal yakni “Haruslah Kamu Sempurna Sebagaimana Bapamu Yang Di Surga Sempurna Adanya.”  Persis dari perkataan ini hendak mangatakan bahwa Manusia tidak mungkin sempurna seperti Allah, sebab kesempurnaan Allah tidak terbatas, mutlak dan memang benar. Namun setelah bermenung lebih dalam lagi saya menemukan satu hal yang dapat memungkinkan manusia untuk sempurna yakni manusia adalah sempurna apabila ia dapat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai Allah pada saat penciptaannya.

Apakah persis tujuan hidup dari manusia yang telah ditetapkan oleh Allah itu? Jawabannya adalah supaya manusia serupa dan segambar dengan Allah sendiri. Dalam bacaan pertama secara eksplisit telah digambarkan tujuan hidup dari Allah itu sendiri, yakni kepada bangsa-Nya Ia berfirman, “Pada hari ini Tuhan, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan; lakukanlah semua itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya”. Karena itu dalam bacaan Injil tidak segan-segan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengasihi musuh-musuh kita dan bahkan pula berdoa untuk mereka. Inilah yang dikehendaki oleh Tuhan, sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang-orang jahat dan juga orang-orang baik, hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar dan yang tidak benar. Maka dapat dikatakan bahwa Allah sangat mengasihi kita manusia tanpa memandang siapa kita dan apa latar belakang hidup kita.

Oleh karena itu, sebagai umat Allah haruslah kita menyikapi hal ini sebagai salah satu bentuk pola hidup dan tujuan yang hendak digapai dalam hidup kita. Dengan demikian maka kita akan mencapai kesempurnaan dalam Allah lewat perbuatan-perbuatan yang telah difirmankan-Nya. Karena itu sangat bagus ungkapan mazmur hari ini yakni “berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan”. Karena dengan mendengarkan dan melaksanakan firman Allah maka kita akan dapat mengapai tujuan kesempurnaan hidup di dalam Tuhan yang adalah Sempurna.

(Fr. Albertus Ranbasar)

“Haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya” (Mat. 5:48).

Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk mencapai kesempurnaan yang hanya berasal dari pada-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here