“Hal Berdoa dan Mengampuni”: Renungan, Selasa 23 Februari 2021

0
567

Hari biasa Pekan I Prapaskah (U)

Yes. 55: 10-11; Mzm. 34: 4-5, 6-7, 16-17, 18-19; Mat. 6: 7-15.

Doa adalah salah satu sarana untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Lewat doa orang dapat memperdalam persahabatannya dengan Tuhan. Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah mengampuni. Orang yang mengampuni menghidupi dalam dirinya semangat kerendahan hati dan dalam dirinya pun ada ketentraman. Dua hal ini sebenarnya saling terkait sebab dalam doa orang tentu tidak berada dalam suasana hati yang penuh dengan dendam. Jika demikian, bagaimana mungkin apa yang didoakan itu dapat dikabulkan atau didengarkan. Orang yang hidup rohaninya baik tentu hidup menurut teladan Kristus yang mau mengampuni tanpa pamrih.

Injil hari ini berbicara tentang hal berdoa dan hal mengampuni. Yesus dalam khotbah-Nya di bukit menegaskan tentang hal berdoa, di mana dalam berdoa itu jangan bertele-tele sebab itu menandakan bahwa ia tidak mengenal Allah. Orang yang mengenal Allah tahu bahwa Allah sebenarnya tahu apa yang manusia perlukan, sebab Ia adalah Mahatahu. Sehingga Yesus pun memberi pengajaran tentang bagaimana sesungguhnya berdoa yang benar. Lewat pengajaran Yesus ini sebenarnya Tuhan mengajarkan kita tentang hal mengampuni. Ia sungguh mengasihi umat manusia sehingga tidak membiarkan mereka berada dalam jalan yang keliru atau salah, yang menjauhkan mereka dari keselamatan.

Dalam Mazmur juga diperlihatkan bagaimana Tuhan sungguh memperhatikan umat-Nya. Ia tidak membiarkan umat-Nya terus-menerus berada dalam kesesatan yang tidak membawa mereka pada jalan keselamatan. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita umat manusia hidup dengan mendengarkan dan menjalankan perintah-Nya. Seperti yang dikatakan dalam bacaan pertama tadi bahwa firman Tuhan itu tidak akan kembali kepada-Nya dengan sia-sia sehingga kita harus menerima firman-Nya dan melaksanakannya. Jika firman itu tidak diterima maka hukuman yang adil-lah yang akan diterima oleh kita bukan ketentraman dan keselamatan sebab barang siapa yang tidak mengampuni dalam arti tidak melakukan kehendak Tuhan tidak akan mendapatkan pengampunan.

Maka dari itu, tugas kita saat ini yakni mengembangkan hidup rohani untuk menjauhkan diri kita dari kejahatan dan kekeliruan, kemudian sadar bahwa keselamatan itu hanya ada pada Tuhan, sehingga dalam segala hal haruslah bersandar dan berpegang teguh pada Tuhan yang Mahatahu.

(Fr. Ferdinan Ogi)

“Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku” (Mzm. 34:5a).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami agar dapat hidup seturut dengan kehendak-Mu dan ampunilah kami yang seringkali mengabaikan doa. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here