“Saksi Kristus”: Renungan, Senin 22 Februari 2021

0
459

Pesta Takhta S. Petrus, Ras (P)

1Ptr 5:1-4; Mzm. 23:1-3a, 3b-4, 5, 6; Mat 16:13-19.

 

Dalam dunia olahraga, secara khusus bulu tangkis (badminton), seorang bintang lapangan seperti Taufik Hidayat, Susi Susanti, Kevin Sanjaya, Marcus Gideon, seringkali memperoleh sanjungan, pujian, dan hadiah. Hal ini dikarenakan prestasi dan kehebatan mereka dalam olahraga ini. Mereka menampilkan suatu bentuk permainan yang luar biasa: cepat, lincah, sportif, dan tangkas.

Dalam Injil hari ini, dikisahkan bahwa Yesus memberikan kepada Petrus suatu kepercayaan, Hak dan kuasa untuk memegang kunci Kerajaan Surga. Alasannya, karena Petrus dengan berani mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang Hidup. Pengakuan Petrus ini kemudian menjadi penting dan mendasari penerimaan tugasnya. Sebab, di tengah kebimbangan dan aneka pendapat tentang Yesus menurut orang banyak, Petrus tampil dengan terus terang menegaskan identitas pribadi Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup.

Dalam bacaan pertama, surat Petrus yang pertama pun turut menegaskan perutusan yang diberikan Yesus kepada Petrus. Ditegaskan bahwa Petrus merupakan saksi penderitaan Yesus, yang juga ambil bagian dalam kemuliaan-Nya. Oleh karena itu, ia diutus untuk menjadi Gembala kawanan domba Allah. Dengan demikian, sebagai bentuk penghargaan terhadap tugas yang diberikan oleh Yesus, maka Gereja pun mengkhususkan hari ini sebagai Pesta Takhta Suci Santo Petrus. Pesta ini dibuat guna menghormati Petrus sebagai wakil Kristus dan Gembala tertinggi Gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota Gereja.

Pemberian tugas kepada Petrus ini pun sesungguhnya tidak berarti membebaskan kita dari tanggung jawab sebagai murid Kristus. Kristus tetap mempercayakan suatu kuasa dan tugas tertentu kepada kita, kendati kita bukanlah Petrus. Sebab, sebagai murid Kristus, kita bertugas untuk menjadi saksi-Nya di dunia ini. Menjadi saksi Kristus bukan hanya sekedar mewartakan tentang nama-Nya. Namun, menjadi saksi Kristus berarti hidup kita dalam segala dimensinya harus mencerminkan sikap-sikap, sifat-sifat dan tindak-tanduk Kristus sendiri, misalnya dengan memaafkan sesama, bekerja sama, memiliki rasa solidaritas, dan sebagainya. Maka, marilah kita memberikan kesaksian tentang Kristus tidak hanya melalui kata-kata, melainkan secara nyata terjadi dalam kehidupan keseharian kita.

(Fr Stanislaus Andris Laritmas)

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat. 16:19).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah aku dalam menjalankan tugas sebagai saksi-Mu di dunia ini. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here