“Janji Keselamatan”: Renungan, Kamis 21 Januari 2021

0
429

Pw S. Agnes, PrwMrt (M)

Ibr. 7:25 – 8:6; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Mrk. 3:7-12.

Setiap manusia di dunia ini pasti punya kecenderungan untuk mencari keselamatan, perlindungan, dan juga kesembuhan. Hal-hal yang negatif seperti kesialan, penyakit, dan lain sebagainya tentu tidak dikehendaki oleh banyak orang.

Pada hari ini, bacaan-bacaan Kitab Suci hendak menunjukkan kepada kita banyak hal baik yang datang dari Tuhan. Dalam bacaan Injil, diceritakan mengenai penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus terhadap banyak orang. Perbuatan Yesus ini menunjukkan suatu tanda kasih yang amat besar terhadap umat manusia. Secara istimewa, kasih yang Yesus tunjukkan itu semata-mata hanya untuk keselamatan umat manusia.

Tentang hal ini, Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Ibrani mengatakan bahwa Yesus telah dengan sempurna menyelamatkan semua orang dan membawa mereka kepada Allah. Hal itu bisa terjadi semata-mata hanya karena hidup Yesus yang membaktikan dirinya untuk menjadi Perantara bagi umat manusia dan Allah. Lewat pernyataannya ini, Paulus hendak mengatakan kepada kita bahwa melalui Yesus kita dapat menemukan keselamatan yang sejati.

Dengan wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus tidak hanya sekadar menyelamatkan umat manusia tetapi juga menguduskan mereka. Yesus telah menjadi Pengantara bagi umat manusia menuju kepada keselamatan. Ia juga sekaligus telah menjadi pemenuhan janji mulia antara Allah dan umat manusia, bahkan dirinya sendiri itulah yang merupakan janji mulia tersebut.

Saudara-saudari terkasih, janji keselamatan yang sudah dari semula ditetapkan oleh Allah, kini diwujudkan oleh Yesus Kristus. Ia dengan penuh kasih telah memberikan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia. Sebagai umat yang telah ditebus dan dibebaskan, kita hendaknya hidup sesuai dengan hukum dan kehendak Allah. Meskipun pada dasarnya dosa kita telah ditebus oleh Kristus, akan tetapi kita masih rentan untuk berbuat dosa lagi. Untuk itu, kita perlu kekuatan dari Tuhan agar dapat dijauhkan dari setiap perbuatan dosa. Hal konkret yang dapat kita perbuat ialah dengan berdoa dan hidup baik. Keduanya itu merupakan hal dasar yang perlu kita perbuat untuk dapat tetap berada dalam jalan keselamatan yang telah dinyatakan oleh Kristus. Barang siapa mencintai keselamatan, ia juga pasti akan mencintai Tuhan, karena Dialah sumber dari keselamatan. Seperti kata pemazmur hari ini, semoga kita dapat menjadi orang-orang yang mencintai keselamatan yang dari Tuhan, dan pada akhirnya dapat tetap berkata: “Tuhan itu besar”.

(Fr. Dean Rengkung)

“Biarlah bergembira dan bersukacita karena semua orang yang mencari Engkau” (Mzm. 40:17)

 

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku dapat hidup dalam kasih-Mu dan memperoleh keselamatan yang datang dari pada-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here