“Berani Berbuat Baik”: Renungan, Rabu 20 Januari 2021

0
448

Hari Biasa (H)

Ibr. 7:1-3,15-17; Mzm. 110:1,2,3,4; Mrk. 3:1-6.

Saudara-saudara yang terkasih. Tentu kita semua pernah merasa takut. Rasa takut ini sendiri memiliki banyak bentuk misalnya, takut dimarahi, takut dibenci, takut melakukan kesalahan atau juga takut kehilangan dan ditinggalkan. Namun dari kebanyakan ketakutan yang dapat kita rasakan, apakah kita sendiri pernah berada pada posisi di mana kita takut untuk melakukan suatu kebaikan?

Dalam bacaan Injil hari ini, diceritakan bagaimana Yesus melakukan penyembuhan kepada seorang yang mati sebelah tangannya pada hari Sabat. Tindakan Yesus ini mendapat respon negatif dari orang-orang Farisi. Dalam pikiran kaum Farisi tindakan Yesus sendiri merupakan suatu kesalahan karena pada hari Sabat sangat dilarang dan tidak dibolehkan untuk melakukan suatu kegiatan termasuk melakukan suatu mukjizat penyembuhan. Karena hal ini, maka sebelum melakukan penyembuhan Yesus bertanya kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?”.

Dalam tindakan Yesus ini, kita dapat melihat dua hal penting. Pertama, suatu peraturan bukan semata-mata dibuat untuk mengatur hidup manusia tetapi lebih dari pada itu, peraturan ada sebagai sarana untuk membantu manusia memperoleh keselamatan dan ini berarti peraturan bukanlah tuan atas manusia tetapi manusialah yang merupakan tuan atas aturan. Hal ini tentu dapat dilihat dari tindakan penyembuhan Yesus pada hari Sabat. Kedua, tanggapan orang lain. Perbuatan atau tindakan yang kita lakukan walaupun itu baik, akan tetap dianggap salah oleh mereka yang tidak menyukai kita. Hal ini dapat kita lihat dengan jelas dalam Injil, yaitu apa yang dilakukan Yesus merupakan tindakan yang baik dan benar, tetapi tetap saja orang-orang Farisi mencari kesalahan dari tindakan itu sebab berniat untuk membunuh Yesus.

Saudara-saudara yang terkasih, marilah sebagai orang-orang yang percaya akan Kristus, kita belajar untuk selalu berani melakukan kebaikan dan kebenaran dalam hidup, walau kita tahu bahwa apa yang kita buat akan selalu menjadi pertentangan bagi banyak orang yang membenci kita. Karena konsekuensi dari mengikuti Kristus ialah pertentangan dan penolakan. Namun kita percaya bahwa Yesus akan selalu ada bersama-sama dengan kita dan selalu menolong kita seperti Ia telah menolong mereka yang sakit dan berkesusahan.

(Fr. Stanislaus Sainyakit)

 

“Kemudian katanya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?”” (Mrk. 3:4)

Marilah berdoa:

Tuhan, jadikanlah hati kami seperti hati-Mu agar kami dapat melakukan setiap perbuatan yang baik dalam hidup kami. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here