“Firman yang menguatkan”: Jumat, 27 November 2020

0
521

Hari Biasa (H)

Why. 20: 1-4,11-21: 2; Mzm. 84: 3,4,5,6-7; Luk. 21 :29-33

Manusia ketika meninggal pasti meninggalkan kenangan yang tidak terlupakan. Seperti seorang anak yang senantiasa mengenang ayah yang dikasihinya. Ia mengatakan bahwa ada banyak hal yang tetap ia ingat dari kehidupan ayahnya, meskipun telah meninggal dunia dan meninggalkan keluarga kurang lebih dua puluh tahun lalu, namun kata-kata dari Ayahnya selalu ia kenang dan ingat. Perkataan dari orangtua berupa nasihat senantiasa menguatkan anak-anak mereka pun menjadi motivasi untuk hidup dengan benar.

Melalui bacaan injil hari ini tentang kedatangan kerajaan Allah. Melalui tanda-tanda zaman yang menakutkan yakni fenomena alam dan penderitaan manusia, Yesus berkata bahwa: “perhatikanlah pohon Ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu bertunas maka kalian pasti tahu bahwa musim panas sudah dekat.” Yesus memilih contoh ini untuk menyakinkan mereka untuk supaya memahami dan mengerti tentang tanda-tanda zaman dalam hubungannya dengan kedatangan kerajaan Allah.

Manusia yang beriman tentunya melihat lebih jauh kedepan tentang kehidupann agar pada memperoleh kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan juga di akhirat nanti. Kerajaan Allah yang hadir dalam diri Yesus menghadirkan di dunia sebuah harapan akan kehidupan yang sedang krisis akan kepedulian saat itu. Di lain pihak juga Pohon Ara mengingatkan manusia bahwa sebuah pohon itu bertumbuh mulai dari tunas, berkembang dan menjadi pohon yang besar dan kuat, tentunya juga kehidupan kita itu dari lahir, kemudian dibina, dididik, dan dibesarkan oleh orang tua dan juga dengan masyarakat yang ada disekitarnya, sehingga kelak menjadi manusia yang berguna bagi sesamanya.

Injil hari ini menjadikan perkataan Yesus bukan saja sebagai peringatan yang menakutkan banyak orang tapi mendidik prilaku setiap orang. Sebuah nasihat akan berbuah ketika mereka yang dinasihati melaksanakan setiap perkataan itu. Maka perkataan Yesus bukan menjadi ancaman melainkan kekuatan, sebab Dia menjadikan doa sebagai sumber kekuatan orang beriman. Maka apa yang dikisahkan dalam Kitab Wahyu sunggh menjadi kegembiraan bahwa kedatangan Anak Manusia, menjadi kerinduan setiap orang yang mempersiapkannya dengan berdoa dan berjaga-jaga.

(Fr. Marselinus Ora Wara)

“Langit dan Bumi akan berlalu tetapi kata-kata-Ku tidak akan berlalu” (Luk 21:33)

Marilah Berdoa :

Ya Tuhan terimah kasih atas sabda-Mu yang telah menjadi kekuatan dan berkat bagi hidup kami. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here