“Penghakiman Terakhir !”: Renungan, Kamis 26 November 2020

0
437

Hari Biasa (H)

Why. 18:1-2,21-23; 19:1-3,9a; Mzm. 100:2,3,4,5; Luk. 21:20-28.

Di tahun 2012 silam, sempat tersebar berita tentang akhir zaman atau kiamat. Banyak pihak yang disibukkan terkait dengan isu tesebut, tak terkecuali bagi orang Kristiani. Dalam kalangan orang Kristiani, latar belakang yang selalu menghiasi berita tentang akhir zaman adalah kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kalinya.

Dalam bacaan pertama Wahyu kepada Yohanes, menggambarkan tentang bangsa yang hidupnya tidak benar di hadapan Allah. Akibat yang harus mereka terima adalah hukuman dari Allah. Babel, nama samaran dari Roma yang diceritakan dalam Wahyu Yohanes, seperti seorang pelacur. Artinya, kehidupan mereka jauh dari kehendak Allah. Penggambaran ini merupakan penghakiman terakhir bagi mereka yang hidupnya tidak benar di hadapan Allah.

Bacaan Injil yang dikisahkan oleh Santo Lukas, juga memberikan gambaran yang hampir sama dengan yang terjadi dalam Wahyu. sebagai pusat peribadatan. Kisah kejatuhan Yerusalem itu, mengajarkan kita tentang arti hidup di dunia ini. Kemegahan, kekuasaan, kekayaan, jabatan, popularitas dan segala kesenangan dunia ini tidaklah tetap dan menjadi jaminan keabadian. Selain itu pula, Injil Lukas menggambarkan kedatangan Anak Manusia itu dengan sangat kejam, menakutkan dan mencemaskan. Akan ada orang yang mati ketakutan dan orang yang mati dalam kecemasan akan keadaan dunia. Maksud dari semuanya itu menyinggung perbuatan kita di dunia ini, di mana dosa selalu menjadi penghambat, pemutus relasi kita dengan Allah.

Berbuat baik dan hidup menurut kehendak Allah merupakan jalan satu-satunya memeroleh keselamatan. Dengan demikian, akhir zaman bukan lagi dipandang sebagai moment yang menakutkan karena datang secara tiba-tiba, tetapi menjadi keadaan yang berahmat bagi hidup kita karena sudah dipersiapkan jauh sebelumnya.

Maka dari itu, berusahalah untuk hidup baik sesuai dengan kehendak Allah. Kalau kita jatuh, bangkit lagi dan jangan pernah menyerah untuk berbuat yang baik. Berjuanglah untuk menjadi golongan dari anak-anak Allah. Karena, apabila semuanya itu mulai terjadi yakni akhir zaman, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat, kata Yesus.

 Fr. Andris Yosua Sumigar

“Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk 21:28)

Marilah Berdoa:

Allah Bapa yang Maharahim, belaskasihMu senantiasa tercurah bagi kami umatMu. Ajarlah kami untuk selalu mempersiapkan diri dengan hidup sesuai kehendakMu, supaya kami boleh bersama-sama dengan Dikau dalam Kerajaan Surga. Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here