“Waspadalah!”: Renungan, Selasa 24 November 2020

0
457

Pw S. Andreas Dung Lac, Im dkkMrt (M)

Why. 14:14-20; Mzm. 96:10, 11-12,13; Luk. 21:5-11

Saudara terkasih, dalam Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang berbicara mengenai akan datang waktunya Bait Allah akan diruntuhkan. Pembicaraan tentang kehancuran Bait Allah ini sesungguhnya selalu dihubungkan dengan akhir zaman dan kedatangan-Nya kembali. Setelah itu, Yesus juga mengajak para murid-Nya untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu yang akan datang mengatasnamakan diri-Nya. Sikap waspada sebagaimana dikatakan oleh Yesus ini dibutuhkan karena nabi-nabi palsu akan memanfaatkan segala situasi seperti perang, gempa bumi, wabah penyakit, dan tanda-tanda lainnya untuk menarik perhatian semua orang dan mengatakan bahwa itu merupakan gejala akhir zaman agar supaya semua orang mengikuti nabi-nabi palsu tersebut.

Perkataan Yesus kepada para murid-Nya sesungguhnya bukan hanya memperingatkan mereka melainkan juga menasihati mereka supaya terus berjaga dan selalu bersiap dalam iman yang teguh. Hal ini tentu dimaksudkan agar para murid-Nya dan juga kita semua tentunya supaya tidak disesatkan oleh nabi-nabi palsu yang mengatasnamakan diri-Nya. Bacaan kitab Wahyu hari ini mengatakan bahwa pada saat itu, anak manusia yang tidak lain adalah Yesus akan datang kembali untuk mengadili manusia dengan seadil-adilnya. Karena itu, mereka yang tidak siap dan tidak pantas akan dimusnahkan oleh murka Allah, sedangkan mereka yang siap, yang pantas dan selalu berjaga-jaga akan diselamatkan. Sama seperti apa yang ditunjukkan oleh Santo Andreas Dung Lac dkk. yang kita peringati hari ini. Dimana mereka tidak takut mempertahankan iman mereka dengan teguh kepada Yesus walaupun harus mengalami penganiayaan hingga wafat.

Saudara terkasih, melalui Injil hari ini, Yesus menyuruh kita supaya waspada agar tidak disesatkan.  Sebab dalam perjalanan hidup kita, tentunya kita akan diperhadapkan dengan begitu banyak tawaran dan pilihan menarik yang bisa mengalihkan perhatian kita dari jalan keselamatan sejati oleh mereka yang datang mengatasnamakan Yesus. Selain itu, Yesus juga mengingatkan kita bahwa supaya terus berjaga dan selalu bersiap dalam iman yang teguh terhadap-Nya. Kemudian melalui bacaan kitab Wahyu yang kita dengarkan hari ini pula, kita diajak untuk menyadari bahwa hidup kita sekarang ini sangat menentukan akan seperti apa nasib kita kelak. Oleh sebab itu, walaupun kita berada di tengah godaan dan penganiayaan, iman kita pada-Nya jangan sampai sirna seperti St. Andreas Dung Lac dkk yang kita peringati hari ini.

(Fr. Gabriel Junior Ell)

“Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan” (Luk. 21:8).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu berpegang pada-Mu.Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here