“Kelompok Domba”: Renungan, Minggu 22 November 2020

0
538

HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (P)

Yeh. 34:11-12,15-17; Mzm. 23:1-2a,2b-3,5-6; 1Kor. 15:20-26,28; Mat. 25:31-46. 

Pada Hari Minggu Biasa ke-34 ini dirayakan sebagai Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam untuk menutup seluruh tahun liturgi Gereja. Kristus adalah Raja Semesta Alam tetapi sifat ke-raja-anNya sangat berbeda dengan raja manapun di dunia ini. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk mengenangkan dan merefleksikan makna “raja” serta fungsinya sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan.

Dalam bacaan yang pertama, nabi Yehezkiel mengungkapkan fungsi atau peran raja yakni sebagai gembala dan hakim. Sebagai gembala, seorang raja tampil sebagai penyelamat domba-domba. Ia mencari domba yang hilang, yang tersesat, luka dan sakit dan akan dipelihara dengan semestinya. Sebagai hakim, seorang raja mampu memutuskan segala sesuatu dengan adil, dengan menentukan kriteria-kriteria keadilan. Dalam bacaan ini, nabi Yehezkiel mau mengingatkan kita tentang seluruh tugas pelayanan dan perutusan kita sebagai orang-orang yang telah dibaptis bahwa Allah mengharapkan kita menjadi “raja” yang selalu memperhatikan mereka yang tidak berdaya, terpinggirkan, ditolak dan serentak menjadi “hakim” yang membawa keadilan di mana pun.

Dalam bacaan yang kedua, Paulus mengungkapkan dengan sangat tegas tentang Yesus sebagai raja. Yesus adalah raja yang tidak mengandalkan kekuatan duniawi. Karena itu Ia dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Kerajaan-Nya adalah kerajaan orang-orang yang menerima kebenaran dan kehidupan Kristus. Ia membawa Allah di dalam semua. Oleh sebab itu, bacaan kedua ini mengingatkan kita untuk mengabdi Tuhan Allah. Mengabdi Tuhan Allah berarti menjadikan Kristus adalah raja kita dan kita dikuasai atau dirajai oleh-Nya. Supaya, Allah menjadi semua di dalam semua.

Bacaan Injil hari ini menegaskan tentang kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan-Nya. Anak Manusia yang dimaksud adalah Yesus Kristus sendiri. Yesus akan datang sebagai hakim yang adil. Sebagai hakim yang adil, Yesus mulai membagi kriteria untuk memasukkan orang ke dalam Kerajaan-Nya.  Ada kriteria kelompok “domba” yakni melakukan segala sesuatu untuk salah seorang yang paling hina, berarti engkau melakukannya untuk Aku. Ada pula kriteria kelompok “kambing” yakni tidak melakukan seperti apa yang dilakukan kelompok “domba”. Orang yang melaksanakan kriteria kelompok “domba” akan hidup kekal, sedangkan orang yang mengikuti kriteria kelompok “kambing” akan masuk siksaan kekal.

Dalam perayaan ini, kita semua dipanggil untuk menata dan berbenah diri. Penghakiman Kristus sebagai raja mengingatkan kita untuk ada dalam kriteria kelompok “domba” yang selalu memperhatikan dan melayani mereka yang tak berdaya, miskin dan berkekurangan. Perhatian dan kepedulian kita terhadap mereka akan membuka jalan bagi kita untuk hidup kekal.

 (Fr. Berly Dianomo)

“Mari kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat. 25:34).

Marilah berdoa:

Tuhan, bukakanlah jalan bagiku untuk hidup yang kekal. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here