“Iman Yang Menyelamatkan”: Renungan, Senin 16 November 2020

0
558

Hari Biasa (H)

Why. 1:1-4; 2:1-5a; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 18:35-43

Manusia pasti pernah merasakan berada pada titik terendah dalam hidup, dimana kondisi yang tidak kita inginkan terjadi. Masalah demi masalah datang, tak kenal ampun. Merasa lelah, bingung tak tahu apa yang harus dilakukan dan rasanya ingin mati saja. Di sini kita juga sulit untuk berdamai dengan diri kita sendiri apalagi dengan Tuhan, karena merasa setiap doa kita tidak didengarkan Tuhan bahkan pada posisi ini kita akan mengutuk diri kita sendiri. Satu-satunya perasaan yang dirasakan hanyalah perasaan negatif seperti kehilangan motivasi, sedih dan depresi.  Posisi ini memaksa kita untuk tidak mau lagi melakukan apapun dan memilih untuk mengurung diri, menjahui keramaian dan lebih parah lagi kita akan mengakhiri hidup kita sendiri.

Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang pengemis buta yang duduk di pinggir jalan kota Yerikho. Ia bertemu dengan Yesus. Entah apa yang mendorong orang buta tersebut sehingga ia tiba-tiba berseru, “ Yesus anak Daud, kasihanilah aku!”. Namun orang-orang di sekitarnya menyuruh dia diam karena mungkin mengganggu orang-orang di sekitarnya karena teriakannya itu. Namun orang buta tersebut tidak menghiraukan teguran tersebut dan terus berteriak kepada Yesus untuk mengasihani dia dan pada akhirnya usahannya itu membuahkan hasil yang baik. Yesus berpaling dan memanggil orang buta itu dan menyembuhkan dia. Di sini dapat dirasakan bahwa karya Allah terjadi terhadap orang lemah dan dinyatakan di hadapan banyak orang. Hanya dengan berkata: “ Imanmu telah menyelamatkan engkau”, Yesus menyembuhkan orang buta itu.

Yesus mau mengajarkan kepada kita bahwa kita tidak perlu berputus asa dalam menjalani hidup, saat kita berada pada posisi terendah kita, kita harus bangkit dan mencari Tuhan karena Dialah tempat kita menemukan keselamatan. Kita harus berusaha sekuat mungkin dan mendekatkan diri lagi lebih dalam kepada Tuhan. Sebab, Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita orang lemah yang berseru meminta pertolongan kepada-Nya. Semakin kuat iman kita akan Tuhan maka kita akan memperoleh pertolongan bahkan saat kita berada pada posisi terendah kita.

(Fr. Wikal Moningka)

“Lalu kata Yesus kepadanya : Melihatlah engkau, Imanmu telah menyelamatkan engkau!”    (Luk 18:42).

Marilah berdoa:

Allah yang penuh kasih, selamatkanlah kami dari ketidakmampuan kami dan biarkanlah kami menjadi orang yang selalu dekat dengan-Mu terutama saat kami berada dalam kesulitan. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here