“Keuntungan Hidup”: Renungan, Minggu 15 November 2020

0
728

Hari Minggu  Biasa XXXIII (H)

Ams. 31:10-13,19-20,30-31; Mzm.128:1-2,3,4-5; 1 Tes. 5:1-6; Mat. 25:14-30 (Mat. 25:14-15,19-21).

Hidup sebagai umat beriman senantiasa ditujukan dan diarahkan hanya pada kedatangan Tuhan sendiri. Ketika Tuhan datang, Ia sendiri akan menilai hidup kita secara pribadi-pribadi. Penilaian tersebut berdasarkan apa yang telah kita perbuat dalam kehidupan kita. Pada hari minggu biasa ke XXXIII kita diajak untuk merenungkan tentang bagaimana kita bertanggung jawab akan apa yang telah diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita.

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan kembali kepada kita bahwa, Tuhan telah memberikan kepada kita talenta. Dan masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa seorang istri yang cakap berarti ia berbuat baik kepada suaminya. Ia bekerja seoptimal mungkin. Dan ia adalah pribadi yang taat kepada Allah sendiri. Itulah kemampuan dimiliki oleh seorang seorang istri yang cakap dalam sebuah keluarga. Dan kemampuan itu harus dikembangkan dan dihidupi dalam kehidupan, sehingga ia mendapat pujian dan kebahagiaan.

Hal inilah yang diperkuat dalam bacaan Injil. Tuhan memberikan talenta kepada masing-masing orang. Dengan talenta tersebut Tuhan berharap bahwa setiap orang akan mengembangkannya. Tetapi dalam praktiknya ada orang yang mengembangkannya dan memperoleh keuntungan, ada orang yang hanya begitu saja mengembangkannya dan memperoleh keuntungan hanya sesuai dengan apa yang ia kembangkan serta ada orang yang malas atau tidak mau mengembangkan telentanya sehingga ia tidak mendapat keuntungan. Semuanya ini telah diberikan oleh Tuhan kepada kita agar, ketika Tuhan datang, itulah yang menjadi ukuran bagi Dia untuk bisa menilai kita. Dan kita telah siap untuk menerima penilaian dari Tuhan sendiri.

Saudara terkasih, hidup yang kita miliki merupakan sesuatu yang sangat berharga yang telah diberikan olah Tuhan. Tuhan telah memberikan hidup kepada kita dengan cuma-cuma. Dan hidup itulah merupakan keuntungan bagi kita yang bisa kita miliki. Keuntungan itu bisa berkembang berkali-kali lipat asalkan kita bisa mengembangkannya dengan berbuat baik kepada siapa saja. Keuntungan itulah merupakan modal yang telah kita terima dan kembangkan untuk bisa mengasihi Tuhan dan sesama.

Gambaran seorang istri dalam bacaan pertama merupakan gambaran pribadi kita sendiri. Bagaimana kita hidup di hadapan Tuhan. Hidup di hadapan Tuhan berarti kita mampu berbuat baik kepada sesama, tidak berbuat jahat, dan senantiasa bekerja dengan giat, membantu mereka yang menderita dan tertindas serta membantu mereka yang miskin. Dengan demikian, ketika Tuhan datang, Dia akan meminta  pertanggungjawaban akan  hidup kita. Di situlah kita bisa menyenangkan Tuhan  dan memperoleh keuntungan yakni Kerajaan Allah.

 (Fr. Jito Sanggale)

Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan” (Mat. 14:29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, aku bersyukur atas hidup yang telah Engkau berikan kepadaku. Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here