“Tuhan Selalu Bersamamu”: Renungan, Senin 3 Agustus 2020

0
495

Hari Biasa (H)

Yer. 28:1-17; Mzm. 119:29,43,79,80,95,102; Mat. 14:22-36.

Rasa takut menyiksa dan membunuh manusia. Dalam kehidupan beriman, setiap orang pernah mengalami ketakutan. Hidup dalam iman menuntun banyak kewajiban yang harus dilakukan. Semua yang dilakukan demi iman terkadang menimbulkan rasa takut untuk memulai apa yang semestinya dilakukan. Hal inilah yang dialami oleh para murid. Ketakutan dan keraguan yang dimiliki Petrus, sebetulnya tak beralaskan, sebab Tuhan ada bersamanya. Namun ia tetap merasa takut, sebab ia kurang percaya. Teguran yang diberikan Tuhan kepada Petrus juga diberikan kepada kita dalam kehidupan saat ini.

Dalam realitas kehidupan sehari-hari, berbagai tantangan, kesulitan, rintangan dan pendertitaan membuat kita sering tidak percaya akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Apalagi dalam kehidupan kita sekarang yang sementara dilanda wabah covid 19. Maka pesan Tuhan Yesus dalam Injil hari ini mengingatkan dan meneguhkan iman kita akan kasih dan kesetiaan-Nya dalam hidup kita. Kadangkala iman kita menjadi goyah oleh terpaan gelombang kehidupan. Dan karena itu kita langsung merasa takut dan ragu. Tetapi, teguhkanlah imanmu, percayalah Yesus tidak akan membiarkan kita binasa.

Kita orang-orang Kristen, harusnya seantiasa mengandalkan Tuhan. Tidak ada alasan untuk takut menghadapi aneka tantangan atau badai dalam hidup. Sebab, selama kita meyakini bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, apa pun badai dan tantangan yang kita hadapi, pasti akan berlalu dan kita akan berdiri kokoh. Apapun yang menjadi pergumulan, tentangan, dan berbagai kesulitan yang menghampiri hidup kita, tidak boleh takut dan menyerah. Tetapi kita harus mencari Tuhan. Alasan kita harus mencari Tuhan karena Dialah yang sanggup mengatasi semua pergumulan itu.  Dia akan selalu bersama dengan kita di manapun kita berada. Oleh Karena itu, marilah tetap bertekun dan percaya kepada Yesus. Dialah yang sanggup mengatasi segala kesulitan hidup dan menuntun kita untuk menikmati kehidupan yang penuh damai dan sukacita bersama-Nya.

                                                                                                (Fr. Benny Fasak)

“Tenanglah! Aku ini, jangan takut” (Mat. 14:27).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, mampukanlah aku dengan Roh-Mu agar aku tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan hidup ini. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here