“Bertekun dalam Roh dan Kebenaran”: Renungan, Sabtu 1 Agustus 2020

0
432

Pw St. Alfonsus Maria de Liguori, Usk.PujG. (P)

Yer. 26:11-1,24; Mzm. 69:15-16,30-31,33-34; Mat. 14:1-12

Setiap manusia memiliki bayangan. Ke mana saja seseorang pergi, bayangannya itu selalu mengikutinya dari belakang. Ketika seseorang berlari, bayangannya juga berlari seolah mengejarnya. Hal ini sesungguhnya telah menjadi ciri khas dari setiap manusia. Sehingga, kita harus tetap mengakui, menerima, dan tidak perlu takut akan hal tersebut.

Namun, sesungguhnya ada orang yang takut akan bayangan. Salah satunya, Herodes yang dikisahkan dalam Injil hari ini. Dikisahkan bahwa ketika Yesus tampil di depan umum dengan segala mukjizat yang dilakukan-Nya, Herodes mengira bahwa itu adalah Yohanes Pembaptis. Hal ini hendak menunjukkan bahwa bayangan Yohanes Pembaptis selalu menghantui Herodes. Hal ini terjadi, karena Herodeslah yang telah membunuh Yohanes Pembaptis oleh karena sumpahnya sendiri.

Melalui hal tersebut, kita pun dapat memahami bahwa setiap orang yang melakukan kejahatan, pasti akan selalu dihantui oleh rasa takut. Namun, berbeda dengan hal itu, jika melakukan kebaikan, maka kendati memiliki bayangan, kita tidak akan pernah dihantui ketakutan. Hal ini dapat dilihat dalam pribadi Yohanes Pembaptis yang menegur Herodes, tanpa rasa takut.

Selain itu, ada juga Nabi Yeremia yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Ia tidak takut untuk menegur orang-orang yang telah melakukan banyak kesalahan, kendati ia bisa saja di hukum mati oleh orang-orang tersebut. Adapula Santo Alfonsus Maria de Liguori yang kita peringati hari ini. Ia tidak takut dalam mengambil keputusan untuk menjadi seorang rohaniwan yang mengabdikan diri seutuhnya kepada Tuhan. Kendati pada saat itu, dia sudah menjadi seorang advokat/pengacara yang sukses dan keputusannya itu tidak disetujui oleh ayahnya.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita harus menjadi seperti ketiga orang di atas, yang tidak pernah takut untuk mengambil keputusan. Kendati mereka bisa saja mendapatkan hal yang tak menyenangkan. Sebab, mereka tahu bahwa apa yang dilakukan merupakan sesuatu yang benar dan sesuai dengan ajaran dan perintah Tuhan. Maka dari itu, beranilah menjadi pribadi yang mencintai kebenaran dan kebaikan. Serta, beranilah menjadi orang-orang yang siap menegur siapa saja, jika orang tersebut telah melakukan kesalahan.

(Fr Stanislaus Andris Laritmas)

“Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya” (Mat. 14:2).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar selalu mampu untuk berbuat benar sesuai dengan ajaran dan perintah-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here