“Takut untuk Ditolak (?)” : Renungan, Jumat 31 Juli 2020

1
469

Pw. S. Ignasius dari Loyola, Imam (P)

Yer. 26:1-9; Mzm. 69:5,8-10,14; Mat. 13:54-58

Pengalaman ditolak merupakan salah satu pengalaman yang menyakitkan dalam kehidupan manusia.  Penolakan yang dialami bisa saja membuat orang putus asa, sakit hati dan bahkan membenci bagi mereka yang menolak. Tetapi lewat perisiwa penolakan yang dialami bisa membuat orang menjadi semakin termotivasi dan bangkit kembali untuk terus memperjuangkan hal yang diinginkan. Maka dari itu peristiwa penolakan dan tidak diterima akan memberikan dampak bagi setiap manusia, dan tergantung dari manusia sendiri bagaimana menanggapi peristiwa tersebut.

Bacaan hari ini mengisahkan tentang Nabi Yeremia yang menjadi utusan Allah ditolak dan tidak diterima oleh bangsa Israel atas seruannya kepada mereka. Bacaan Injil juga mengisahkan tentang Yesus yang ditolak oleh orang-orang kampung halaman-Nya. Mereka tidak menerima Yesus sebagai Mesias karena mereka melihat latar belakang keluarga-Nya. Akan tetapi Yesus tidak membenci dan menghukum orang-orang yang menolak-Nya. Yesus tetap berdiri teguh dalam jalan pendirian-Nya untuk mewartakan kasih dan Kerajaan Allah. Bahkan Yesus pun ditolak oleh bangsa-Nya sendiri. Hingga Ia di salibkan, namun karena Ia yakin bahwa dengan kematian-Nya, Ia dapat menebus segala dosa manusia. sehingga Yesus setia dan mau mengorbankan diri-Nya.

Sesungguhnya Kisah Nabi Yeremia dan Yesus ini bisa menjadi teladan hidup kita. Terutama dalam menghadapi perisitwa ditolak atau tidak diterima oleh orang lain. Ketika kita ditolak dan tidak diterima oleh orang lain itu bukanlah suatu kegagalan bagi  kita. Peristiwa itu justru merupakan tantangan bagi kita untuk lebih mengembangkan dari apa yang sebelumnya kita telah hasilkan dan usahakan. Yakin dan percayalah bahwa ada seorang yang tidak pernah menolak dan tidak menerima kita, yaitu Yesus Kristus. Maka dari itu dalam setiap apa pun kita patut mengucapkan doa dan syukur bagiNya. Seperti Santo Ignasius dari Loyala yang merupakan abdi Allah yang setia. Meski banyak peristiwa penolakan dalam segala rencananya, namun ia tetap teguh dan percaya bahwa suatu saat rencananya akan berhasil.

(Fr. Exel Lorinanto)

“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya” (Mat. 13:57).

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku untuk tetap kuat dalam menghadapi penolakan. Amin

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here