“Mendekatkan Diri Pada Allah”: Renungan Rabu 1 Juli 2020

0
515

Hari Biasa (H).

Am. 5:14-15, 21-24; Mzm. 50:7, 8-9, 10-11, 12-13, 16bc17; Mat. 8:28-34

Dalam kehidupan ini, kita selalu dihadapkan dengan berbagai pilihan hidup. Realitas menunjukkan bahwa pilihan manusia seringkali didasarkan pada kenyamanan, keuntungan dan kesenangan. Dan segala cara akan dibuatnya untuk mencapai semua itu.

Saudara-saudari terkasih, dalam bacaan Injil dikisahkan bahwa Yesus tiba di suatu daerah orang Gadara. Di sana Ia bertemu dengan dua orang yang kerasukan setan. Tak seorang pun berani mendekati mereka yang kerasukan setan. Ketika bertemu Yesus, mereka seketika berteriak kepada-Nya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Sementara itu di sekitar mereka ada sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka setan itu meminta kepada Yesus agar memindahkan mereka ke dalam kawanan babi itu. Maka terjadilah demikian. Setan masuk ke dalam kawanan babi-babi itu dan terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di situ. Orang-orang yang mengetahui perbuatan Yesus itu segera mendesak agar Yesus pergi meninggalkan daerah mereka.

Dari Injil ini kita belajar bahwa tidaklah mudah memilih yang terbaik demi keselamatan dalam hidup. Orang-orang yang mengusir Yesus dalam Injil, terkesan memilih kenyamanan harta duniawi. Kadangkala kuasa Allah dikesampingkan demi memperoleh harta. Tindakan Yesus untuk menyembuhkan daerah itu dari kuasa iblis dan roh-roh jahat, tidak mampu mereka mengerti dan maknai sebagai tindakan keselamatan Kristus.

Saudara-saudari yang terkasih, kita pun kerap kali memprioritaskan hal-hal duniawi ketimbang tawaran keselamatan itu. Semakin sering kita memilih untuk mengutamakan karier, jabatan, dan bahkan harta yang berlimpah, maka kita semakin menarik diri untuk keluar dari jalan keselamatan yang sudah sekian lama telah Allah tawarkan kepada kita. Dan dengan begitu kita akan kehilangan kasih, sukacita, dan kemudian mulai merasa takut jika apa yang kita cita-citakan tidak tercapai. Mari kita melihat kembali ke dalam diri kita, apakah sejauh ini kita sudah mengutamakan Kristus? Jika kita merasa sedang berada dalam pergumulan akan hal tersebut, datanglah pada Tuhan dan berdoa kepada-Nya. Dengan begitu kita akan memperoleh rahmat kebijaksanaan di dalam diri kita untuk mengerti mana hal terbaik yang sesuai dengan kehendak Allah.

(Fr. Marcelino Ronaldo)

“Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan”(Ams. 5:14).

Marilah berdoa:

Tuhan buatlah agar diriku selalu mengutamakan-Mu dan mengandalkan-Mu dalam setiap langkah kehidupanku. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here