“Darah Menyuburkan Gereja”: Renungan, Senin 29 Juni 2020

0
279

Hari Raya S. Petrus dan S. Paulus, RAS (M)

Kis. 12:1-11; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim. 4:6-8,17-18; Mat. 16:13-19.

Hari ini Gereja merayakan dua Rasul Agung St. Petrus dan St. Paulus. Petrus dipilih oleh Kristus dan diserahi kunci Kerajaan Surga. Dalam diri Petrus dan para penggantinya, yaitu para Paus, kita melihat tanda kesatuan dan persekutuan Gereja dalam iman dan cinta kasih. Petrus memberi kesaksian iman terindah. Ia mati disalib dengan kepala di bawah. Sedangkan Rasul Paulus dipanggil oleh Kristus dengan cara yang istimewa. Ia dijadikan alat yang ampuh untuk memaklumkan nama Kristus kepada bangsa-bangsa yang belum percaya. Paulus adalah misionaris terbesar segala zaman, pembela keselamatan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Melihat kegigihan dua Rasul Agung ini, kita patut menelisik semangat dasar yang membawa kesuburan bagi Gereja.

Bacaan-bacaan hari ini memberikan jawaban yang sangat eksplisit bagi kita. Ketika Yesus bertanya “Siapakah Aku ini?”, Petrus menjawab “Engkaulah Kristus, Putra Allah yang hidup!”. Inilah pengakuan iman yang tulus dari Petrus. Melalui pernyataan iman inilah Petrus mendapat perutusannya. Petrus mendapat keistimewaan dengan menjadi kepala Gereja dan pemegang kunci Kerajaan Surga. Keistimewaan yang didapat oleh Petrus harus dimurnikan lewat salib. Kristus sendiri menegaskan bahwa kemuliaan-Nya harus melalui salib. Salib, kemuliaan, dan perutusan adalah tiga dimensi hidup beriman.

Dalam bacaan pertama dikisahkan penyelenggaraan ilahi terhadap Gereja yang teraniaya. Berkat doa umat, Petrus mengalami pembebasan dari penjara. Kisah ini menegaskan bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya. Penyertaan yang sama juga dialami oleh Paulus dalam perutusannya. Bacaan kedua menegaskan bahwa dengan iman yang mendalam, Paulus mampu memaknai penderitaannya dengan sukacita. Penderitaan dipandang sebagai rahmat. Penderitaan yang dialaminya dipersatukan dengan penderitaan Kristus. Inilah yang kemudian diwartakan kepada jemaat sehingga Injil semakin tersebar dan semakin banyak orang yang diselamatkan. Bacaan Kitab Suci hari ini menegaskan tiga pokok penting yang menjadi dasar permenungan kita hari ini yakni iman yang tulus, salib dan kemuliaan.

St. Petrus dan St. Paulus telah memberikan diri mereka secara total untuk kemuliaan Allah. Dengan iman yang tulus mereka menerima perutusan dari Kristus. Perutusan itu mereka jalani dengan jatuh bangun memanggul salib. Namun, kesetiaan mereka membuahkan kemuliaan dalam Kristus. Sebagai orang beriman, kita semua dipanggil untuk melanjutkan semangat kedua Rasul Agung ini dengan memiliki iman yang tulus, siap memanggul salib dalam perutusan yang menuntut kesetiaan sehingga membuahkan kemuliaan dalam Kristus.

(Fr. Damianus Daga)

“Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mat. 16:15).

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus, jadikanlah aku pewarta kebenaran di dunia ini. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here