“Doa Yesus Menyelamatkan” Renungan, Minggu 24 Mei 2020

0
496

Hari Minggu Paskah VII (P), Hari Minggu Komunikasi Sedunia

Kis. 1:1214; Mzm. 27:1,4,7-8a; 1Ptr. 4:13-16; Yoh. 17:1-11a. 

Setiap kali umat mengikuti ibadah atau perayaan Ekaristi, umat selalu punya kesempatan untuk mendengarkan sabda Tuhan entahkah yang diambil dari Teks Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru. Apa yang didengarkan perlu dihayati dan terlebih diamalkan dalam kehidupan setiap hari. Dengan demikian sabda Allah yang didengarkan boleh berbuah dan membawa manfaat dan faedah bagi kehidupan umat.

Dalam injil hari ini dikisahkan mengenai Yesus berdoa kepada BapaNya yang di surga. Doa ini dibuat oleh Yesus sebelum ia berpisah dengan para muridNya. Bisa jadi bahwa para murid mendengarkan doa Yesus itu.  Oleh sebab itu, mereka boleh mengalami pengalaman pribadi yang intim antara Yesus dengan BapaNya. Yesus berani memohonkan agar Bapanya memperhatikan dan menganugerahkan apa yang menjadi menjadi kebutuhan para murid. Ia menengadah ke langit dan berkata “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.” Dengan pengalaman doa bersama dengan Yesus, para murid ikut merasakan dekatnya Yesus dengan BapaNya. Yesus mengajarkan bukan dengan serangkai penjelasan melainkan dengan doa dan mengikutsertakan para murid dalam pengalamanNya sendiri.

Dari doa Yesus ini tersirat makna yang sangat dalam, selain menggambarkan relasi intim Yesus dengan BapaNya, tetapi juga keinginan dan harapan Yesus agar seluruh murid memperoleh kehidupan yang kekal. Yesus menghendaki agar pengikutNya yang sudah setia dan berjuang bersama dengan Dia memperoleh keselamatan. Menjadi jelas bahwa misi Yesus di dunia ini hendak menyelamatkan semua orang, terlebih mereka yang telah setia ikut bersama dengan Dia dalam mengusahakan yang baik dan benar dalam kehidupan.

Injil hari ini menjadi rahmat dan kekuatan bagi kita untuk memandang masa depan kita. Tuhan mengajar kita untuk berdoa kepada BapaNya agar kita selalu dalam perlindungan dan penyertaannNya sebagaimana Ia telah memberikan contoh berdoa kepada BapaNya yang di surga. Lagipula Tuhan selalu menghendaki kita memperoleh keselamatan kekal. Itu berarti Ia tidak akan pernah meninggalkan kita. Karena itu, Jika kita sungguh mendengarkan sabdaNya, maka kita akan dipengaruhi dan dikuasainya, sehingga mau tak mau kita harus mentaati atau menurutiNya dalam dan melalui cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari dimanapun dan kapanpun, sehingga kita layak disebut sebagai putera dan puteri terkasih Tuhan yang punya hak menikmati keselamatan kelak.

RD. Melky Malingkas

“Bapa telah tiba saatnya; permuliakanlah anakMu, supaya anakMu mempermuliakan Engkau” (Yoh 17:1)

Marilah berdoa:

Bapa di Surga, terima kasih atas doa PuteraMu untuk kami semua. Kami menjadi tahu bahwa PuteraMu sungguh menghendaki kami memperoleh kehidupan kekal. Karena itu, kuatkanlah kami semua agar menjadi murid-murid yang setia dan pada akhirnya memperoleh keselamatan seperti yang didoakan oleh Yesus PuteraMu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here