“Janganlah Takut” : Renungan, Jumat 22 Mei 2020

0
628

Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3,4-5,6-7; Yoh. 16:20-23a.

Suatu hari ada seorang anak tinggal di suatu Desa. Nama anak itu Dirga. Ia terkenal dengan perilaku yang amat baik. Akan tetapi, ada begitu banyak teman-teman yang selalu memfitnah Dirga saat melakukan kebaikan bagi orang di sekitarnya. Akibatnya, Dirga pun dikenal sebagai anak yang jahat. Tapi, ia sadar bahwa jati dirinya tidak seperti itu. Maka, ia tetap melakukan hal-hal yang baik.

Hal tersebut dinyatakan Tuhan dalam bacaan pertama. Tuhan berfirman kepada Paulus dalam suatu penglihatan bahwa “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang menjamah dan menganiayai engkau.” Tuhan mau menegaskan agar supaya jangan takut untuk melakukan perbuatan baik kepada sesama.Walaupun,orang mau berbicara apa tentang kita, dan menilai kita bahkan membenci perbuatan baik kita terhadap sesama. Karena, tentu tidak semua orang menyukai atau melihat kita melakukan kebaikan kepada sesama.

Melalui bacaan Injil hari ini, Tuhan mengingatkan kepada kita supaya jangan takut. Karena Yesus berkata “Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.” Dari perkataan Yesus ini, kita dapat melihat suatu janji yang telah Ia buat terhadap kita. Dia juga menentang kita. Apakah kita tetap mau menjadi orang baik walaupun menerima hinaan dari orang lain? Atau apakah kita menjadi orang jahat dan sombong, agar kita tidak dihina atau diejek?

Saudara terkasih, memang menjadi orang baik di mata orang tidaklah mudah. Apalagi di zaman milenial ini. Pasti bukan hinaan dan ejekan yang akan kita terima. Akan tetapi, begitu banyak penilaian-penilaian yang akan kita terima dari orang lain. Untuk itu, melalui bacaan-bacaan hari ini,  Yesus mengajak kita untuk terus berjuang bersama, bahkan berlomba-lomba menjadi orang baik. Walaupun banyak rintangan dan godaan, Ia tetap menyertai dan melindungi kita.

Fr. Dandi Papoto

“Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”.

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkanlah iman hambamu ini dalam mewartakan sabda-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here