“Jadilah Saksi Kebenaran”: Renungan, Rabu 20 Mei 2020

0
400

Hari Biasa Pekan VI Paskah (P)

Kis. 17:15,22-18:1; Mzm. 148:1-2,112ab12c-14a, 14bcd; Yoh. 16:12-15

Kebaikan dan Kebenaran. Manakah yang lebih tinggi nilainya? Menurut hemat saya, kebenaranlah yang menempati posisi yang lebih tinggi dibandingkan kebaikan. Tetapi problemnya, terkadang ada orang yang memberikan makna sejajar pada kedua kata ini. Sehingga tak terlihat unsur-unsur perbedaannya. Akibatnya, pandangan ini membuat mata hati orang menjadi buta terhadap kebenaran sejati. Orang bisa saja berbuat baik kepada sesamanya, tetapi apa yang baik itu belum tentu mengandung kebenaran.

Sebelum berpisah dengan para Murid-Nya, Tuhan Yesus telah menjanjikan Roh Kebenaran yang akan datang untuk memimpin mereka dalam seluruh kebenaran. Roh itulah yang menjadi terang dan kekuatan. Ia memberikan pengetahuan untuk membedakan kebenaran dan kepalsuan, yang baik dan jahat.

Janji itu menjadi jelas ketika Paulus diutus untuk membawa kebenaran itu kepada orang-orang Atena yang belum mengenal Alah Sang-Kebenaran sejati. Kepada mereka, ia memperkenalkan Allah yang mulia. Allah yang jauh berdiam dalam kemuliaan, tetapi dekat dengan manusia. Allah yang menciptakan langit dan bumi serta menebus umat manusia dari dosa dan kematian. Keberanian Paulus ini bukan semata-mata karena dirinya, tetapi ada kuasa yang menuntunnya yaitu Roh Kebenaran. Roh itu hidup dalam diri Rasul Paulus. Karena ia selalu siap sedia membuka hatinya kepada Roh Kebenaran dan percaya pada tuntunan-Nya, tanpa ada keraguan sekecil apapun.

Kita masih berada dalam Masa Paskah, lewat pengorbanan-Nya kita telah dipulihkan kembali dari luka-luka akibat dosa kita. Tugas kita sekarang adalah membalas kebaikan dan pengorbanan Tuhan. Jadilah, seperti Rasul Paulus yang berani menjadi saksi iman di dunia ini. Berani unuk membawa Kebenaran Teringgi itu ke mana pun ia pergi. Keterbukaan hati dan kepercayaan pada kehendak Allah menjadi pintu untuk Roh Kebenaran masuk dalam diri kita. Orang yang telah dikuasai oleh Roh Kebenaran tidak akan takut untuk berbicara tentang kebenaran sejati, sebesar apapun tantangan yang ia hadapi. Orang yang hidup dalam kepalsuan tidak mungkin menerima tuntunan Roh Kebenaran.

Jadikanlah dirimu pembawa terang dan senjata melawan kepalsuan duniawi. Agar kebenaran sejati yang terselubung berdiri di atas segala-galanya. Supaya Dia yang adalah ‘jalan, kebenaran, dan hidup’ dapat dikenal oleh semua makhluk.     

Fr. Chrisanctus Peter Davinci Sadrack        

“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13a)

Marilah berdoa:

Tuhan Yesus Kristus, utuslah Roh-Mu untuk membarui hidup, pelayanan, dan perutusanku sebagai murid-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here