“Percaya pada Otoritas-Nya”: Renungan, Jumat 27 Maret 2020

0
452

Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U)

Keb. 2:1a, 12-22; Mzm. 34: 17-18,19,20,21,23; Yoh. 7: 1-2,10,25-30

Salah satu hal yang mencolok pada zaman modern ialah apa yang dulunya susah dicari sekarang dapat dengan mudah diperoleh. Istilahnya semua serba instan. Tidak hanya itu,  zaman ini juga menjadi sebuah tantangan tersendiri. Orang baik bisa dinilai jahat, menyesatkan. Sebaliknya, orang jahat dapat dinilai baik bahkan dibanggakan dan dibela.

Injil hari ini menceritakan bagaimana sosok Tuhan Yesus dan otoritasnya dipertanyakan, apakah Ia orang baik atau orang jahat. Dan bagaimana dengan pengajaran yang Ia berikan? Apakah semua itu benar atau menyesatkan? Orang mulai bersungut-sungut satu dengan yang lain. Mereka saling memberikan pendapat  tentang Dia. Mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang yang ada, Tuhan Yesus tampil dan dengan tegas mengatakan: ”Ajaran-Ku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang mengutus Aku”.

Dengan perkataan ini, Yesus mau menegaskan bahwa ajaran dan mukjizat yang Ia lakukan bukan berasal dari dirinya sendiri. Semua berdasarkan perintah dari Bapa yang mengutus-Nya. Barang siapa mau melakukan kehendak-Nya ia akan tahu bahwa ajaran-Ku ini berasal dari Allah. Yesus juga hendak menegaskan kepada orang-orang yang bersungut-sungut bahwa Ia mengajar berdasarkan apa yang diperintahkan oleh Allah. Artinya, otoritas-Nya berasal dari Allah. Ajaran yang Ia sampaikan bukan membawa kesesatan, melainkan keselamatan dan kebahagiaan bagi mereka yang mendengar dan melakukannya. Dengan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah, keselamatan lahir dan batin akan kita peroleh.

Dalam bacaan pertama dijelaskan bahwa orang baik terkadang disalahkan dan orang salah dibenarkan. Apa yang dilakukan oleh orang benar sepertinya memberikan penderitaan bagi mereka yang tidak menyukainya. Karena itu dengan berbagai cara, mereka berusaha agar orang baik tersebut dapat disingkirkan.

Dengan melihat realitas ini, sebagai umat beriman yang percaya kepada Allah, mari kita menghayati dan merenungkan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus. Orang yang benar-benar beriman akan tetap percaya kepada Yesus sebagai Putra Allah. Dia telah diutus ke dunia untuk keselamatan kita semua. Mari kita buat tindakan nyata seperti apa yang dibuat oleh Yesus, yakni mewartakan kabar gembira dari Allah di tengah-tengah saudara, sahabat bahkan masyarakat yang ada. Jangan takut sebab Allah selalu beserta kita.

(Fr. Wandilinus Gleko)

“Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri” (Yoh. 7:28)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk tidak melawan otoritas-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here