“Berpegang pada Janji-Nya”: Renungan, Sabtu 15 Februari 2020

0
571

Hari Biasa (H)

1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk. 8:1-10

Imam merupakan seorang pelayan yang memimpin perayaan pengudusan. Perayaan pengudusan inilah yang membuat umat yang percaya kepada Allah menjadi kudus. Rahmat pengudusan yang didapat dari  Allah melalui perantaraan imam dapat membawa keselamatan.

Menurut  bacaan Injil hari ini, pribadi Yesus digambarkan sebagai seorang imam agung. Imam agung yang membawa pengudusan dan kelegaan kepada orang yang lapar.  Empat ribu orang dan para rasul menjadi saksi bahwa Yesus bertindak sebagai imam agung. Ketika Ia mengucap syukur kepada Bapa di Surga, sehingga terjadi mukjizat yakni  tujuh roti dan beberapa ikan  itu dapat  digandakan.

Peran Yesus sebagai imam agung tentunya berbeda dengan imam yang diangkat oleh Yerobeam dalam kitab raja-raja. Imam-imam tersebut mempersembahkan kurban kepada kedua patung lembu yang dibuat oleh raja Yerobeam. Kedua patung lembu tersebut menggantikan posisi Allah. Sehingga, perbuatan ini bukanlah membawa berkat bagi keluarga Yerobeam melainkan menjadi dosa.

Masing-masing dari kita pernah menjadi seorang pribadi yang percaya penuh pada kehendak Allah. Namun seringkali, kita dapat bertindak sebagai seorang pribadi yang tidak mempercayai Allah sedikit pun. Kehadiran Yesus di dunia merupakan rahmat yang luar biasa dari Allah. Yesus yang berperan sebagai imam, nabi, dan raja mempunyai tugas untuk mengajar, menggembalakan, dan menguduskan. Inilah yang menjadi kunci untuk mendapatkan keselamatan.

Yesus yang mengadakan mujizat penggandaan roti dan ikan mau menunjukkan bahwa Allah masih mempunyai belas kasih kepada umat-Nya. Allah tidak meninggalkan kawanan domba gembalaan-Nya berjalan sendirian. Allah akan menyertai kawanan domba-Nya sampai di padang rumput yang hijau.

Sikap yang perlu dihidupi oleh kita selaku orang percaya ialah tetap percaya serta berpegang penuh pada janji yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan menginginkan agar kita semua datang dan tetap percaya kepada-Nya. Pegang tangan-Nya dan jangan lepaskan sebab, kita tidak dapat berbuat apa-apa tanpa adanya campur tangan dari Tuhan.

Bila kita telah jatuh terhadap cobaan duniawi yang setiap harinya datang menghampiri. Bila kita mempunyai permasalahan yang datang silih berganti yang bertujuan untuk menguji iman kita. Janganlah ragu dan takut, atau bimbang untuk datang kehadirat-Nya. Sebab Yesus mampu mengatasi semua permasalahan hidup kita.

(Fr. Fernando Letsoin)

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini” (Mrk. 8:2a).

Marilah Berdoa :

Ya Tuhan, gerakkanlah hati kami untuk selalu mengasihi orang lain. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here