“Iman yang Menyembuhkan”: Renungan, Kamis 13 Februari 2020

0
995

Hari Biasa (H)

1Raj. 11:4-13; Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; Mrk. 7:24-30

Beberapa bangsa dan agama kurang menghargai kesetaraan gender seperti yang diperjuangkan masa kini. Wanita dipandang sebagai makluk yang lemah dan selalu ditempatkan sebagai warga kelas dua di dalam masyarakat dan lingkungan mereka. 

Injil hari ini mengisahkan seorang perempuan Yunani, bangsa Siro-Fenisia yang sungguh-sungguh menunjukkan kualitas imannya kepada Tuhan. Ketika anaknya kerasukan setan, ia pergi mencari Yesus dan mohon pertolongan dari-Nya. Ia menunjukkan iman dan keyakinannya akan kuasa yang dimiliki Yesus.

Ia sempat diremehkan dan dianggap sebagai orang yang “tidak pantas” menerima rahmat dari Allah. Namun ia tetap bertahan di tengah situasi itu. Jawaban penuh iman yang diberikannya menggugah hati Yesus untuk memberikan rahmat penyembuhan bagi anaknya. Imannya yang kuat dan kesetiaannya untuk tetap berpegang pada kasih Allah, mengantarnya pada peristiwa iman dimana anaknya disembuhkan dari roh jahat. 

Apa yang mau diajarkan kepada kita lewat kisah ini? Jika kita senantiasa berpegang pada Tuhan dan beriman maka kita pun akan diselamatkan. Allah pasti mengaruniakan keselamatan itu sebagai hadiah bagi setiap orang yang berkenan kepada-Nya. Bagaimana orang itu menjadi berkenan di hadapan Allah, ialah dengan beriman kepada-Nya dan setia berpegang kepada-Nya.

Untuk menegaskan kepada kita supaya setia dalam iman kepada Allah, bacaan pertama mau menunjukkan bagaimana tindakan Allah bagi orang yang tidak berkenan atau tidak setia kepada-Nya. Raja Salomo dan isteri-isterinya tidak berpegang pada perintah dan perjanjian dengan Tuhan. Akibatnya mereka dibinasakan oleh Tuhan. Kerajaan yang diberikan-Nya lewat perjanjian kepada mereka akan dikoyakkan-Nya.

Setiap anak manusia, tanpa kecuali laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, dan seterusnya, perlu menunjukkan kualitas imannya akan Allah yang berbelas kasih dan menyelamatkan semua orang. Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang yang senantiasa beriman dan berpegang pada kasih Allah.

Semoga kita senantiasa berpegang pada ketetapan Tuhan. Serta terus mengembangkan iman akan Tuhan yang menyelamatkan. Supaya kitapun diselamatkan seperti anak dari wanita yang berpegang dan beriman akan rahmat Allah. Dengan demikian kita dapat sungguh-sungguh menjadi orang yang berbahagia seperti yang dikatakan dalam Mazmur, karena kita berpegang pada perintah dan hukum Tuhan.

   (Fr. Natalio Kawarnidi)

Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu” (Luk. 7:29).

 Marilah berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk selalu mengandalkan pertolongan-Mu dalam hidup ini. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here