“Lihatlah Anak Domba Allah”: Renungan, Minggu 19 Januari 2020

0
718

Hari Minggu Biasa II (H)

Yes. 49:3,5-6; Mzm. 40:2,4ab,7-8a,8b-9,10; 1 Kor. 1:1-3; Yoh. 1:29-34

Perayaan Ekaristi adalah perayaan penyelamatan. Bagi orang beriman Perayaan Ekaristi adalah kesempatan untuk bertemu dengan Allah. Pertemuan yang serasi disimbolkan dengan penerimaan komuni kudus. Komuni kudus menjadi kekuatan bagi orang beriman. Mereka bukan lagi menerima hosti biasa. Tetapi mereka menerima Allah sendiri.

Sebelum menerima komuni kudus, orang beriman biasanya mendengar seruan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.” Seruan ini mau menegaskan bahwa Allah sungguh hadir dalam Perayaan Ekaristi. Ia hadir dalam bentuk komuni kudus. Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia.

Pemazmur menegaskan, “Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.” Allah lewat Perayaan Ekaristi menjenguk umat-Nya, bahkan Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Ia tahu bahwa umat-Nya perlu disembuhkan, karena mereka penuh dengan dosa. Teriakkan umat-Nya yang meminta tolong senantiasa didengar oleh-Nya.

Allah pun digambarkan oleh pemazmur sebagai Allah yang tidak menuntut, tetapi memberikan penyembuhan kepada umat-Nya. “Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.” Allah adalah mahapengasih. Ia mendengarkan orang-orang yang berseru kepada-Nya.

Allah yang demikian diperlihatkan dan diserukan oleh Yohanes Pembaptis. “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel…. Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan ia tinggal di atas-Nya…. Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus” (Yoh. 1:29-33).

Rasul Paulus pun berkata, “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus,…” .

Yesus Kristus adalah Allah yang datang ke dunia. Ia datang untuk membaptis orang-orang dengan Roh Kudus. Ia datang untuk menguduskan umat-Nya. Peristiwa kedatangan Allah sungguh nampak dalam Perayaan Ekaristi. Kehadiran Allah sungguh nyata. Tetapi apakah selama ini kita sadar akan kehadiran-Nya?

(Redaktur Pelaksana)

“Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29)

Marilah berdoa:

Allah, ampunilah kami yang sering tidak sadar akan kehadiranMu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here