“Mengikuti Dia” : Renungan, Sabtu 18 Januari 2020

0
678

Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan  Umat Kristiani (H)

1 Sam. 9:1-4;17-19;10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17

Sebagai manusia seringkali kita dipercayakan untuk memegang suatu tanggungjawab yang baru. Kita sering merasa diberatkan dengan tanggung jawab itu.  Maka, kita menolak untuk menerima tanggung jawab. Menolak tanggung jawab berarti sama dengan menolak berkat dari Allah.

Bacaan pertama mengisahkan tentang Saul yang diurapi oleh Samuel menjadi raja atas umat Israel. Saul tetap setia terhadap perintah raja Salomo. Karena itu, ia mau memberikan diri untuk diurapi. Saul taat dan setia pada tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada-Nya. Tanggung jawab yang diberikan kepada Saul tidaklah mudah. Sebab, ia akan berhadapan dengan musuh-musuhnya demi menyelamatkan umat Israel.

Tetapi, ia tak ragu untuk menerima tugas ini. Ia yakin dan percaya bahwa Allah selalu berpihak padanya dan melindungi dirinya. Cara hidup dan sikap Saul membuatnya  mendapat berkat dan pertolongan dari Tuhan dalam pemerintahan atas bangsa Israel.

Bacaan Injil menceritakan tentang Lewi seorang pemungut cukai yang mengikuti Yesus. Secara spontan, Lewi mengikuti Yesus sesuai dengan perintah-Nya.  Lewi taat dan setia terhadap perintah Yesus.  Kata Yesus kepada Lewi: “Ikutlah Aku”. Kalimat ini terlihat sederhana namun, mempunyai makna yang sangat dalam.

Perkataan “Ikutlah Aku” menunjukkan bahwaYesus ingin merangkul orang-orang berdosa. Sebab, di zaman Yesus para pemungut cukai adalah orang-orang yang identik dengan dosa. Mereka adalah orang yang suka memeras masyarakat dengan cara memunggut pajak yang berlebihan dan mencari keuntungan diri sendiri.

Saudara terkasih,  untuk mengikuti Yesus kita harus berani meninggalkan segala-galanya. Bagi pikiran manusia hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Namun, jika mengandalkan Yesus, maka semua itu pasti mudah untuk dilakukan. Pengikut Yesus yang sejati harus menyerahkan dirinya secara total kepada Dia yang telah memanggil kita.

Dengan mengikuti Yesus, kita mempunyai berkat tersendiri. Berkat yang dari Yesus sebagai sumbernya. Maka dari itu, melalui bacaan-bacaan hari ini, Yesus mengajak kita supaya menjadi orang-orang yang tetap tekun dan setia mengikuti Dia. Konsekuensinya kita bisa menjadi berkat bagi sesama dimanapun kita berada.  

(Fr. Krisjumon Tohea)

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk orang benar, melainkan orang berdosa”(Mrk. 2:17).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah aku selalu supaya aku dapat mendengarkan panggilan-Mu dan mengikuti Engkau. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here