“Penyembuhan Ilahi” : Renungan, Jumat 17 Januari 2019

0
554

  Pw. Antonius, Abas (P)

 1 Sam. 8:4-7; Mzm. 89:16-17, 18-19; Mrk. 2:1-12

Pada suatu kali, ada seorang ibu yang menderita kelumpuhan. Dalam penderitaannya, ia tetap mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja sambil memohon belas kasih dari Tuhan. Ia harus menjalani fisioterapi dengan biaya yang cukup mahal. Namun, ia percaya bahwa Tuhan selalu menguatkannya. Walaupun keluarganya tengah berada di dalam krisis ekonomi. Ada seorang yang mau membantu biaya penyembuhannya. Menurutnya, inilah kuasa Tuhan yang terjadi dalam hidupnya. Kesabarannya menanti karya Tuhan sungguh membuat imannya kepada Yesus semakin dikuatkan.  Ia hanya  percaya dan berpasrah kepada-Nya sehingga mujizat Tuhan dapat terjadi dalam hidupnya.

Bacaan pertama mengisahkan tua-tua Israel yang meminta seorang raja dari Samuel untuk memerintah mereka. Mendengar itu, Samuel merasa kesal. Lalu, Samuel berdoa kepada Tuhan. Tuhan menyuruh Samuel untuk mendengarkan mereka. Sebab, bukan Samuel yang mereka tolak, tetapi mereka menolak Allah. Bangsa Israel belum mengenal dan mengetahui  kuasa Allah yang terjadi dalam hidup mereka. Kekuasaan tertinggi bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

Bacaan Injil hari ini menegaskan pula bahwa Yesus mau memperlihatkan kuasa Allah untuk menyembuhkan dan mengampuni dosa. Hal itu ditunjukkan-Nya dengan menyembuhkan seorang yang lumpuh. Ia tak hanya memberikan kesembuhan fisik. Tetapi, Yesus juga memberikan penyembuhan rohani bagi orang tersebut, yakni pertobatan. Yesus mau membuktikan juga bahwa mereka yang percaya dan mengimani serta berpasrah kepada-Nya akan mengalami mukjizat dari-Nya.

Kita diajak oleh Yesus untuk tetap berpegang teguh dan setia pada rencana kehendak-Nya. Tak peduli walau badai tantangan dan cobaan menghadang. Kalau kita percaya, maka Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita. Tuhan adalah Allah yang menyelamatkan.

Kita dapat meneladani cara hidup St Antonius yang diperingati hari ini.  Ia memiliki kepribadian yang memilih hidup sederhana dan dekat dengan Tuhan lewat bertapa, berdoa, dan bermatiraga. Ia menjadi seorang pendoa yang handal. Sehingga banyak orang datang kepadanya dengan berbagai permasalahan. Salah satu nasihat terkenalnya, yakni “Percayakanlah kepercayaanmu kepada Yesus Kristus, percayalah bahwa akhirnya kamu akan menang atas segala kejahatan”.

(Fr. Giovanny Diamanti)

“Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” (Mrk. 2:5b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami untuk selalu setia pada rencana dan kehendak-Mu serta mengimani-Mu. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here