“Ketulusan Untuk Melayani” Renungan, Rabu 15 Januari 2020

0
1000

Hari Biasa (H)

1Sam. 3: 1-10; Mzm. 40: 2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1: 29-39

Melayani orang lain merupakan sesuatu panggilan yang amat mulia. Ada banyak variasi kegiatan dalam melayani orang lain, seperti di restoran para pekerja siap melayani kepada para pelanggan. Memenuhi apa saja yang menjadi pesanannya. Berbeda lagi di rumah sakit, para dokter dan perawat akan berusaha melayani sebaik mungkin, dengan merawat dan mengobati para pasien yang sedang sakit. Tetapi semua pelayanan itu dapat berjalan dengan baik jika ada biaya. Lalu bagaimana dengan kegiatan pelayanan tanpa meminta biaya?

Dalam Injil hari ini Yesus tampil sebagai penyembuh segala penyakit dan kuasa kegelapan. Yesus siap melayani orang-orang yang datang kepada-Nya, dan Ia tidak menuntut biaya apa pun kepada mereka. Kegiatan pelayanan Yesus sungguh luar biasa. Ia juga tidak mau hanya berdiam di satu tempat, tetapi Ia dan murid-murid-Nya harus bergegas ke tempat-tempat yang lain untuk mewartakan Injil. Hal ini menggambarkan bahwa menjadi pelayan bagi Tuhan tidaklah mudah. Tetapi yang menarik adalah sebelum Yesus memmulai aktivitas pelayanan-Nya, Ia mencari tempat sunyi dan berdoa.

Dalam bacaaan pertama dikisahkan tentang bagaimana Samuel yang telah dipilih dan disiapkan Tuhan untuk menjadi imam dan hakim bagi bangsa Israel. Pada awalnya, Samuel tidak mengetahui sosok siapa yang memanggilnya. Namun dengan imannya ia menerima sabda Allah, yang menjadikannya sebagai seorang hakim bangsa Israel. Allah mengetahui bahwa Samuel bisa menjadi pelayan yang baik bagi bangsa Israel.

Kita semua dapat terpanggil dan terpilih menjadi seorang pelayan dalam setiap pekerjaan kita. Pelayan bukan hanya sekedar untuk Tuhan, tetapi juga menjadi pelayan untuk sesama. Menjadi seorang pelayan, kita harus selalu siap sedia, karena tugas ini merupakan suatu pemberian diri bagi orang lain.

Seorang pelayan harus bisa terbuka bagi semua orang. Yesus menunjukkan kepada kita, bagaimana menjadi seorang pelayan yang sesungguhnya. Seorang pelayan melayani tanpa pamrih dan penuh ketulusan hati. Satu hal terpenting adalah sebelum kita menjalankan tugas pelayanan, kita harus berusaha mencari waktu untuk berdoa kepada Tuhan, karena Dialah yang akan menuntun dan memberkati kita dalam segala tugas dan pelayanan kita.

(Fr. Exel Lorinanto)

“Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (Mrk. 1: 38)

Marilah Berdoa:

Tuhan, bantulah aku untuk bisa melayani dengan tulus hati. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here