“Kuasa Tuhan Tiada Bandingnya”: Renungan: Selasa 14 Januari 2020

0
714

Hari Biasa (H)

1 Sam. 1:9-20; MT. 1 Sam 2:1,4-5,6-7,8abcd; Mrk. 1:21b-28

Hidup dalam penyelenggaraan Tuhan berarti Tuhan berkuasa atas seluruh situasi hidup manusia. Tak seorangpun yang terlepas dari kuasa Tuhan. Apa yang didambakan, diinginkan dan dicita-citakan semuanya akan terwujud melalui kuasa Tuhan. Tuhan berkuasa mengubah hidup manusia dari yang penuh kelemahan dan kesengsaraan, menuju sukacita dalam hidup.

Dikisahkan pada bacaan pertama, Hana istri Elkana sangat berharap agar bisa memperoleh anak. Meskipun kandunganya telah diikat namun ia tetap berharap pada Tuhan. Dengan hati yang pedih dan sambil menangis, ia berdoa kepada Tuhan agar sekiranya ia mendapatkan seorang anak. Hana bermohon dengan penuh kerendahan hati, akhirnya kuasa Tuhan berkarya atasnya. Tuhan mendengarkan doanya dan mengabulkan apa yang didambakannya.

Dalam bacaan Injil, kuasa Allah secara khusus ditunjukkan melalui Yesus Putera-Nya. Segala pengajaran Yesus, membuat semua orang merasa kagum dan terheran-heran. Ini terjadi karena Yesus mengajar dengan kuasa yang diberikan oleh Bapa. Melalui pengajaran-Nya, Yesus menghendaki semua orang menjadi pribadi-pribadi yang berkuasa. Teristimewa, mereka berkuasa atas roh-roh jahat. Hal itu nampak dalam tindakan Yesus ketika mengusir roh jahat dari seorang yang sedang kerasukan. Dengan begitu, manusia tidak dibelenggu oleh kejahatan.

Yesus menunjukkan bahwa kuasa Bapa hanya bisa tercurah atas manusia, jika ia mau membuka dirinya kepada karya ilahi. Dengan mendekatkan diri kepada Allah, manusia bersedia untuk dibimbing oleh Allah. Segala perjalanan hidupnya berada dalam penyertaan Tuhan. Segala kuasa kegelapan, kejahatan manapun yang ada di bumi akan ditaklukkan oleh Allah.

Sebagai orang beriman, hendaknya kita tetap berpegang teguh pada kuasa dan penyelenggaraan Tuhan. Dalam situasi hidup apapun, haruslah kita dekat pada Tuhan. Kisah Hana menjadi pelajaran bagi kita. Jangan membiarkan diri kita diliputi segala dukacita dan kecemasan. Berusahalah untuk selalu dekat dengan Tuhan, sebab Ia berkuasa atas hidup kita.

Sebagai orang beriman, kita diajak untuk menjadi orang-orang yang selalu mau berusaha dalam hidup. Orang beriman tidak gampang terseret oleh arus kecemasan, kekuatiran, dan tidak menjadi orang-orang yang pesimis. Dengan iman, kita percaya bahwa kuasa Tuhan melebihi segala sesuatu. Oleh karena itulah pujian Hana berbunyi: “Tuhan mematikan dan menghidupkan, Tuhan membuat miskin dan kaya, Ia merendahkan dan meninggikan, mengangkat orang miskin dan membuat dia memiliki kehormatan”.

(Fr. Benny Fasak)

Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Mrk. 1:24)

Marilah berdoa:

Ya Bapa, semoga kami tetap berpegang teguh pada kuasa-Mu. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here