“Sukses Butuh Setia”: Renungan, Senin 13 Januari 2020

0
11191

Hari Biasa (H)

 1 Sam. 1: 1-8; Mzm. 116: 12-13, 14, 17, 18-19; Mrk. 1:14-20

Ketulusan dan kesabaran merupakan hal yang paling penting dalam menghadapi kehidupan. Sebagai manusia, ketulusan dalam melaksanakan segala hal adalah tuntutan. Namun, seringkali kita tidak sejalan dengan apa yang kita harapkan. Tantangan dalam hidup, seakan menjadi bumbu dalam penjelajahan manusia. Kesabaran juga memainkan peran yang penting. Di kala tindakan dan harapan kita jauh dari kata sukses, bersabar adalah hal yang bisa dilakukan oleh manusia.

Bacaan pertama mengisahkan Hana, isteri Elkana, yang tidak mempunyai seorang anak. Demi memperoleh keturunan, Hana setiap tahunnya meninggalkan kota, pergi mempersembahkan kurban kepada Allah di Silo. Perjuangan Hana bukan hanya sekali, dalam bacaan dikisahkan bahwa, dari tahun ke tahun Hana selalu melakukan hal yang sama. Sebagai manusia biasa, Hana merasa sedih dengan apa yang menimpa dirinya. Apalagi perlakuan yang tidak baik dari Penina, istri Elkana yang lain.

Namun, Elkana mengasihi Hana dengan berkata: “Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu daripada sepuluh anak laki-laki?” (1Sam. 1:8). Doa orang yang berharap pada Allah tidak diabaikan-Nya. Keteguhan itulah yang dipegang oleh Hana. Ia percaya bahwa Allah memandang ketulusan hati manusia.

Bacaan Injil hari ini berkisah tentang Yesus memilih murid-murid-Nya yang pertama. Sebelum memulai karya penyelamatan-Nya, Yesus menegaskan: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada injil!” (Mrk. 1:15). Untuk karya itu, Yesus membutuhkan orang-orang yang tulus dalam membantu karya-Nya. Kembali ditegaskan bahwa, Tuhan tidak melihat latar belakang orang yang dipilih-Nya. Bagi Tuhan, semua manusia berharga dimata-Nya. Ia memilih di antara mereka yang setia dan tulus serta siap sedia dalam karya perutusan. Dengan penuh kasih, Yesus memanggil mereka untuk mengikuti-Nya.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk setia dan tulus dalam melaksanakan perintah-Nya. Kita diajak untuk tidak menjadi orang yang cepat putus asa, melainkan memiliki semangat pantang menyerah seperti yang ditunjukkan oleh Hana. Selain itu, para murid yang dipanggil Yesus telah membuktikan bahwa, mereka tulus dan setia dalam melaksanakan perintah-Nya.

Kesuksesan dan keberhasilan manusia, akan datang jikalau kita setia dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab kita. Kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi Kristus; mewartakan kabar sukacita bagi orang lain. Semua itu bisa diterwujud andai kita mau berdoa dan memohon penyertaan Tuhan dalam setiap proses kehidupan kita.

 (Fr. Arnoldus Jansen Buarlely)

Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada injil!” (Mrk. 1:15)

Marilah berdoa:

Ya Allah, jadikanlah aku pribadi yang setia. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here