“Kasih Yang Menyelamatkan” Renungan, Kamis 9 Januari 2020

0
1135

Hari Biasa sesudah Penampakan Tuhan (P)

1 Yoh. 4:19-5:4; Mzm. 72:2,14,15bc,17; Luk. 4:14-22a

Kehidupan manusia zaman ini telah diliputi banyak percekcokan satu sama lain, entah itu karena masalah sepele ataupun masalah yang berat. Dengan adanya pertengkaran ini banyak orang yang sudah tidak memikirkan lagi segala hal yang ada di sekitarnya, sehingga ia berbuat sesuai dengan keinginannya hanya untuk mencapai apa yang dibutuhkan bagi dirinya sendiri. Hal ini bertentangan dengan hakekat manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus menyatakan dirinya sebagai sabda Allah yang menyelamatkan. Ketika sampai di Galilea tempat kelahiran-Nya, Ia menemukan nas dari kitab nabi Yesaya yang  menunjukkan arti dari kehadiran Yesus di dunia. Lewat nas itu Ia berharap bahwa orang yang mendengarkan-Nya dapat melaksanakan perkataan-Nya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Yesus hadir untuk menggenapi sabda Allah yang telah Ia sampaikan lewat nabi-nabi-Nya. Yesus menjadi sumber keselamatan bagi umat manusia lewat cinta kasih-Nya. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pada akhirnya Ia ditolak oleh orang di sekitar-Nya hanya karena keegoisan mereka.

Sama halnya dengan yang terjadi di dunia sekarang ini. Banyak orang yang mengabaikan hal-hal baik di sekitar mereka hanya karena ingin mementingkan kepentingan mereka sendiri. Mereka mulai memperdebatkan permasalahan yang sebenarnya hanya untuk menguntungkan diri mereka sendiri. Mereka mengabaikan cinta kasih. Dalam bacaan pertama dikatakan bahwa “barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya”.

Yohanes menekankan bahwa dengan mengasihi sesama, kita sudah menunjukkan kasih kepada Allah Bapa. Dengan kasih, setiap orang membuka pintu hati mereka untuk menghargai orang lain dan berusaha untuk bekerja sama dengan orang lain. Kasih kepada sesama juga menunjukkan bahwa diri kita telah mulai mengembangkan iman akan Yesus Kristus yang menjadi sumber kasih. Dengan iman ini, maka janji keselamatan Allah pun akan semakin terwujud dalam kehidupan kita.

Oleh sebab itu, melalui bacaaan-bacaan hari ini kita diajak untuk senantiasa mengasihi sesama dan terus menumbuhkan iman kita akan Yesus Kristus dalam segala situasi kehidupan kita.

(Fr. Ronald Pata)

“Jikalau seorang berkata: ‘Aku mengasihi Allah,’ dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.” (1 Yoh. 4:20).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu mengasihi-Mu dan sesama kami dimanapun dan kapanpun kami berada. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here