“Bersiaplah!”: Renungan, Minggu 1 Desember 2019

0
6460

Hari Minggu Adven I (U)

Yes. 2:1-5; Mzm. 122:1-2.4-5.6-7.8-9; Rm. 13:11-14a; Mat. 24:37-44

Sesungguhnya, Hari Minggu Adven I merupakan Tahun Baru bagi Gereja Katolik, karena penanggalan liturgi Gereja dimulai pada Adven I. Biasanya, orang menyambut hari gembira apalagi Tahun Baru dengan suka cita dan pesta gemerlapan. Namun, hari ini Gereja membawa kita pada sebuah refleksi untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Kita membuka tahun baru Liturgi dengan masa penantian akan datangnya Sang Juru Selamat.

Informasi akurat tentang kapan Kristus akan datang, tak seorang pun tahu. Yesus hanya memberikan pesan dalam injil: “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak manusia datang pada saat yang tidak kamu duga” (Mat. 24:44). Jadi, apa yang harus disiapkan? Persiapan kita tidak lain ialah hidup menurut perintah Tuhan. Sering manusia menjalani perintah Tuhan dengan menghindari perbuatan dosa. Sayang, manusia hanya membatasi diri pada capaian itu dan tidak melaksanakan perbuatan yang diharapkan Yesus. Apapun yang kita lakukan adalah untuk menghadirkan Kristus di dunia ini dan menghadirkan Kerajaan Allah di bumi. Manusia tidak hanya diharapkan untuk tidak melanggar perintah, tetapi bertindak untuk menanamkan benih-benih cinta kasih pada sesama agar Kerajaan Allah sunguh hadir.

St. Paulus mengajak kita untuk bangun dari tidur iman. Untuk lebih jelas, St. Paulus menganalogikannya dengan waktu siang dan malam. Malam sudah hampir lewat, pagi akan segera tiba. Hidup lama harus segera ditinggalkan supaya bisa melihat hari baru dengan hidup yang baru pula. Hidup lama ditandai dengan perbuatan dosa seperti: pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu, perselisihan dan iri hati. Inilah dosa-dosa yang menghalangi kita untuk menanti kedatangan Tuhan. Bagi Paulus, sebaiknya kita mengenakkan senjata terang yakni hidup sopan dan layak di hadirat Tuhan. Kita harus berani mengenakan Yesus sebagai senjata terang.

Semakin beriman artinya kita meyakini bahwa Yesus yang kita nanti-nantikan itu adalah Kasih Sejati yang akan membawa perubahan. Berbelarasa merupakan ajakan berbuat kasih kepada mereka yang membutuhkan. Sambil menantikan Sang Kasih Sejati, mari kita mulai berbagi kasih, bersaudara dan berbela rasa pada masa adven ini.  Banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan sehingga mereka juga bisa menikmati masa penantian ini sampai pada puncaknya, yakni kelahiran Yesus Kristus.

(Fr. Stevanus Micky Kojongian)

“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat. 24:42)            

Marilah berdoa:

Tuhan, datanglah dan tinggallah bersama saya. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here