“Kasih Allah”: Renungan, Rabu 1 Mei 2019

0
879

Hari Biasa Pekan II Paskah (P)

Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21.

Orang tua adalah sumber hidup bagi anak-anaknya, karena memberi perlindungan, perawatan, pendidikan dan terutama kasih sayang. Dari tindakan itu, seorang anak dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Orang tua yang bertanggung jawab atas kehidupan anak-anaknya akan mendapatkan sukacita ketika melihat anak-anaknya tumbuh besar, meskipun dalam perjalanannya banyak orang tua menderita karena anak-anaknya. Namun itulah kasih orang tua kepada anak-anaknya.

Begitu pula bacaan Injil hari ini menegaskan sifat Allah yang paling utama dan melebihi sifat manusia. Dalam Injil Yohanes telah dikatakan dengan sangat jelas: “Karena begitu besar kasih akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Pernyataan ini sesungguhnya menegaskan bahwa Allah adalah kasih. Oleh karena itu, keutamaan ini menjadi komitmen Allah yang tidak akan pernah berubah. Demikianlah karena kasih-Nya, Allah telah bertindak bukan untuk kepentingan-Nya sendiri, tetapi untuk orang yang percaya kepada-Nya di dunia.

Seperti yang tertulis dalam Injil: “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”  Ungkapan demikian hendak menunjukkan keselamatan bagi mereka yang percaya serta hukuman bagi mereka yang tidak percaya. Unsur kepercayaan menjadi aspek penentu bagi akhir hidup kita. Keselamatan diperoleh melalui Yesus Kristus yang diutus oleh Allah sendiri. Oleh sebab itu, pewartaan yang dimaklumkan adalah benar adanya. Percaya pada pewartaan-Nya dapat memberikan hidup abadi bagi kita.

Yesus adalah kasih yang telah turun ke dunia. Dialah yang menjadi terang, kebenaran dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Kita sebagai umat pilihan Allah yang sudah berada di dalam persekutuan Gerejawi, hendaknya selalu memelihara, menghidupi dan menunjukkannya kepada dunia. Karena kita merupakan saksi-saksi dari kasih Allah di dunia ini.

            (Fr. Chrisanctus Sadrack)

Karena begitu besar kasih akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).

Marilah berdoa:

Tuhan, semoga aku selalu menjadi pelaku kasih di dunia ini. Amin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here