“Bersyukur”: Renungan, Selasa 04 Desember 2018

0
10547

Yes. 11:1-10; Mzm. 72:2,7-8,12-13,17;Luk. 10:21-24.

Bersyukur adalah satu sikap yang pertama-tama diajarkan kepada anak kecil dalam setiap keluarga. Sikap bersyukur merupakan suatu sikap dasar bagi hidup manusia. Walaupun sering kali sikap bersyukur dilupakan dalam kehidupan manusia. Namun, sikap bersyukur merupakan sebuah jalan menuju kebahagiaan. Mengapa? Karena bersyukur itu indah.

Dalam bacaan Injil kita mendengar Yesus bergembira dan mengucap syukur kepada Bapa-Nya: “Aku bersyukur kepada-mu, Bapa Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang orang kecil.” Rasa bahagia itu ditunjukkan dan di sampaikan oleh Yesus kepada para murid atas apa yang dilihat dan atas keajaiban-keajaiban yang mereka lihat yaitu kalahnya setan dan berkuasanya Kerajaan Allah. Doa syukur yang diucapkan oleh Yesus kepada Bapa, karena karya-karya agung Bapa telah berkenan menyatakan kepada orang-orang kecil dan lemah bahwa setan telah jatuh sehingga Kerajaan Allah hadir dan berkuasa di bumi. Yesus juga bersyukur atas kuasa yang diberikan oleh Bapa kepada-Nya dan relasi antara Yesus dan Allah Bapa.

Anugerah dan kebaikan yang kita peroleh dalam kehidupan kita, semuanya berasal dari Allah Bapa. Maka pantaslah kita mengucap syukur dan terima kasih kepada Bapa, atas semua berkat dan anugerah yang kita terima. Ucapan syukur dan terimah kasih itu seperti: pertama, bersyukur atas berkat yang kita alami dalam hidup. Misalnya pengalaman diselamatkan dari bahaya kecelakaan atau kematian dan sembuh dari penyakit berat. Kedua, bersyukur atas anugerah yang kita rasakan dalam kehidupan setiap hari, seperti kedamaian dalam keluarga, komunitas dan lingkungan tempat kita tingal. Ketiga, bersyukur atas segala sesuatu yang kita terima, bahkan hal kecil pun harus tetap kita syukuri, karena semua itu datang dari Allah.

Syukur dan ucapan terima kasih harus diaktualisasikan dalam kehidupan kita. Ucapan terima kasih kepada Allah mesti menjadi suatu aspek dalam kehidupan Kristiani. Yesus sendiri telah memberikan contoh kepada kita untuk selalu bersyukur dalam kehidupan. Syukur merupakan bentuk kerendahan hati manusia yang dikehendaki oleh Allah. Kalau kita mampu bersyukur maka kita bisa membangun relasi yang baik dengan Allah dan hidup kita akan menjadi indah  dan penuh dengan kedamaian.

(Fr. Damianus Batlayeri)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, doronglah aku untuk selalu bersyukur. Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here