“Saksi Kristus”: Renungan, 15 Maret 2018

0
988

Pernyataan Yesus tentang hubungan unik-Nya dengan Allah tidak dapat diterima oleh para pemimpin Yahudi. Mereka hanya tahu siapa Dia secara manusiawi, maka pernyataan Yesus merupakan penghujatan terhadap Allah! Dan hukuman terhadap penghujat Allah adalah mati. Meski demikian, hukum Taurat mensyaratkan adanya 2-3 orang saksi untuk menyatakan kelayakan seseorang menerima vonis hukuman mati. Yesus pun tahu bahwa ada syarat untuk menghadirkan 2-3 saksi untuk menyatakan bersalah atau tidaknya seseorang. Lalu Yesus mengajukan saksi-saksi untuk mendukung klaim-Nya bahwa Dia adalah Anak Allah.

Bacaan Injil hari ini hendak menegaskan tentang siapa saksi-saksi tersebut. Saksi pertama ialah Yohanes Pembaptis. Sebenarnya kesaksian manusia bukanlah hal yang utama, tetapi Yesus mengajukan saksi ini karena Ia ingin agar orang-orang Yahudi diselamatkan. Mengingat banyak dari antara mereka yang sudah mendengar dia dan menikmati terangnya. Namun mereka tetap tidak mau menerima kesaksiannya. Saksi berikut yang tak kalah penting, yaitu karya-Nya yang ajaib. Bahwa, setiap aspek dari karya-Nya membuktikan keilahian-Nya. Lalu, saksi yang terbesar adalah Bapa sendiri. Namun kesaksian itu mereka tolak juga, baik yang tertulis di dalam Kitab Suci maupun melalui Musa. Padahal mereka selalu membanggakan status mereka sebagai umat Allah, yang pernah mengalami pimpinan Musa. Mereka juga rajin membaca dan menyelidiki Kitab Suci. Tetapi toh menolak isinya yang utama, yang menunjuk kepada Yesus sebagai sang Mesias.

Klaim Yesus bahwa diri-Nya adalah Anak Allah jelas beroleh dukungan kuat melalui tiga kesaksian ini. Untuk zaman ini ada kesaksian Roh Kudus yang membimbing orang untuk paham dan percaya penyataan Allah di dalam Yesus. Penolakan terhadap klaim ini terjadi bukan karena kekurangan bukti, melainkan karena kekerasan hati manusia. Sebalik-nya orang yang percaya akan menerima pengampunan dosa dan karunia hidup kekal. Oleh karena itu, mari kita memohonkan rahmat Tuhan agar kita pun dapat mengambil bagian sebagai saksi Yesus yang adalah kemuliaan besar dalam hidup. Jika di ujung perjalanan hidup orang banyak mengenal kita sebagai saksi Kristus, maka sesungguhnya hidup telah mencapai tujuannya, yakni memperoleh keselamatan dalam Kristus. Jadi, sebagai orang beriman kita tidak perlu ragu lagi untuk meragukan kebenaran Yesus dan mempercayai-Nya sungguh-sungguh. Karena lewat semuanya itu kita pun dapat meyakinkan orang lain bahwa Kristus adalah Juruselamat satu- satunya, yaitu melalui hidup kita yang telah diubahkan-Nya!

(Fr. Fenansus Ngoranmele)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here