“Kerja, Kerja dan Kerja”: Renungan, 14 Maret 2018

1
5192

Pada hakikatnya bekerja adalah tindakan yang menjadi keharusan bagi manusia. Akan tetapi masih saja banyak orang yang malas bekerja. Rupanya tantangan terbesar untuk bekerja adalah kemalasan. Padahal kemalasan hanya akan memberikan hidup kita terbelenggu dalam kemalaratan, kemiskinan bahkan kesengsaraan. Selain itu, rasul Paulus juga mengatakan bahwa “Jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2 Tes. 3:10). Inilah suatu peringatan sekaligus  perintah bagi mereka yang tidak mau bekerja.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita dengan berkata, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang maka Aku pun bekerja”.  Maksud perkataan Yesus itu yakni bahwa Allah tidak pernah berhenti untuk bekerja dan berkarya. Setiap saat Dia selalu memberikan anugerah kehidupan bagi kita. Allah pun bekerja dalam diri Anak-Nya untuk menyembuhkan segala kelemahan kita. Jika kita membaca ayat sebelumnya, diceritakan bahwa orang-orang Yahudi melawan Yesus, karena menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat. Tetapi, Yesus tidak pernah takut dengan ancaman mereka. Bagi Yesus, tidak ada yang lebih besar di dunia ini, daripada kasih-Nya kepada manusia. Inilah yang menjadi prioritas dalam pelayanan- Nya. Misi utama Yesus adalah melakukan Kehendak Bapa. Karena itulah Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya, sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”. Maksud Yesus dalam pernyataan ini yaitu Ia dan Bapa adalah Satu. Maka, apa yang dikerjakan-Nya juga yang telah dikerjakan oleh Bapa-Nya.

Kesenangan dan kenyamanan hidup kita berasal dari Tuhan. Rahmat kehidupan yang sampai saat ini kita alami adalah hasil pekerjaan Tuhan. Akan tetapi meskipun demikian kita dituntut untuk ambil bagian dalam pekerjaan Allah tersebut. Salah satu bentuknya adalah dengan bekerja. Apapun profesi dan pekerjaan kita, kita mempunyai tanggung jawab yang sama untuk mengelolah dunia. Lebih dari itu, bekerja merupakan salah satu bentuk panggilan untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah bagi dunia. Dengan bekerja kita berpartisipasi dalam usaha mengelolah dan mengembangkan dunia dan alam ciptaan. Dan akhirnya dengan bekerja kita turut ambil bagian dalam karya pengudusan dunia yang telah direncanakan oleh Allah sejak dunia dijadikan.

(Fr. Laurensius Renwarin)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here